Bubble Tea LoveR ! ! BubBLe Tea LoVeR ! !: Belajar Untuk Reda Bukan Pasrah

Sunday, February 26, 2012

Belajar Untuk Reda Bukan Pasrah

Views
✄░ Assalamualaikum pelayar alam maya??

Dalam meniti hari-hari sebagai makluk ciptaan-Nya. Kita sering kali bersikap pasrah. walaupun mulut kata reda tapi hati pasrah dalam menerima sesuatu...



Redha berasal dari kata radhiya-yardha yang bererti menerima suatu perkara dengan lapang dada tanpa merasa kecewa ataupun tertekan. Sedangkan menurut istilah, redha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbahagi kepada dua iaitu, redha Allah kepada hamba-Nya dan redha hamba kepada Allah (Al-Mausu’ah Al-Islamiyyah Al-’Ammah: 698). Ini sebagaimana diisyaratkan Allah dalam firman-Nya, ”Allah redha terhadap mereka dan mereka pun redha kepada-Nya.” (QS 98: 8).
Redha Allah kepada hamba-Nya adalah berupa tambahan kenikmatan, pahala, dan ditinggikan derajat kemuliaannya. Sedangkan redha seorang hamba kepada Allah mempunyai erti menerima dengan sepenuh hati dan ketetapan dari Allah. Menerima aturan Allah ialah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun menerima ketetapannya adalah dengan cara bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika ditimpa musibah.
Dari definisi redha tersebut terkandung isyarat bahawa redha bukan bererti menerima begitu saja segala hal yang menimpa kita tanpa ada usaha sedikit pun untuk mengubahnya. Redha tidak sama dengan pasrah. Ketika sesuatu yang tidak diinginkan datang menimpa, kita dituntut untuk redha. Dalam pengertian kita meyakini bahwa apa yang telah menimpa kita itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan, namun kita tetap dituntut untuk berusaha. Allah berfirman,”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13: 11).
Allah sentiasa bersama kita setiap saat..


       Manakala, Pasrah bermaksud menerima sesuatu dengan berat hati. Ini merupakan berlawanan dengan  Reda. Percayalah sering kali kita terpaksa akur / pasrah dengan keadaan yang melanda di kita. Cinta selalunya membuatkan diri kita pasrah pada mulanya. Namun selepas beberapa ketika kita mulai reda... 

Dan jika kita masih lagi sukar untuk melupakan seseorang yang kita sayang sedangkan kita telah pun tiada sebarang hubungan dengan mereka maka kita seharunya reda dan bukannya pasrah. Ini kerana kita telah menutup pintu hati kita untuk menerima sesuatu yang lain dalam hidup. Suatu hari nanti kita pasti sedar bahawa sesuatu yang kita terpaksa terima untuk mengantikan yang lama itu adalah lebih baik..

Fokus pada lirik lagu yang di bold dan berwarna....

detik waktu terus berjalanberhias gelap dan terangsuka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepihadir bagai teman sejatidi antara lelahnya jiwadalam resah dan air matakupersembahkan kepadaMuyang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkahkadang tak setia kepadaMunamun cinta dalam jiwahanyalah padaMu

maafkanlah bila hatitak sempurna mencintaiMudalam dadaku harap hanyadiriMu yang bertahta 
detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu


Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi

ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepikembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..

sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..


hayati lagu ni...

Dan satu soalan kepada yang membaca... 

  • Adakah kita reda atau pasrah dengan segala ujian yang kita terima.. sedangkan ujian tersebut merupakan sebuah penghargaan kepada kita... Tidakah kita sedar?? bahawa Allah akan memberikan sesuatu hadiah kepada hamba-Nya yang kuat.. 
  • Tidak sedarkah kita sedangkan DIA yakin kepada kita .. kenapa kita tidak yakin dengan apa yang dijanjikan-Nya...??



SubahannALLAH... 



0 comments: